SELAMAT DATANG TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA
kasih koment nya ya agar blog ini semakin baik

Minggu, 10 April 2011

HIPOTENSI (Darah Rendah )

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG.

Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.



  • Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah




  • Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang.

    Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.

  • Penyebab Penyakit Darah Rendah




  • Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut:

    - Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh.

    - Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan.

    - Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).


  • Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah




  • Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya :

    - Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

    - Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam

    - Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala

    - Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis

    - Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita.

    Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya.

    Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.

    HIPERTENSI 2

    ETekanan Darah

    Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.

    Memeriksa Tekanan Darah

    Saat memeriksa tekanan darah, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya 120/80. Apa yang dimaksud angka-angka tersebut?

    Sistolik

    Angka pertama (120) yaitu tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas.

    Diastolik

    Angka pertama (90) yaitu tekanan darah diastolik, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan bawah.

    Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.
    Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.
    Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:
    Tekanan Darah Sistolik (angka pertama) Diastolik (angka kedua)
    Darah rendah atau hipotensi Di bawah 90 Di bawah 60
    Normal 90 - 120 60 - 80
    Pre-hipertensi 120 - 140 80 - 90
    Darah tinggi atau hipertensi (stadium 1) 140 - 160 90 - 100
    Darah tinggi atau hipertensi (stadium 2 / berbahaya) Di atas 160 Di atas 100

    Mengapa Tekanan Darah Meningkat?

    Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.
    Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.

    Penyebab Darah Tinggi

    Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:
    • Keturunan

      Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
    • Usia

      Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
    • Garam

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
    • Kolesterol

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.
    • Obesitas / Kegemukan

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
    • Stres

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
    • Rokok

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
    • Kafein

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
    • Alkohol

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
    • Kurang Olahraga

      Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

    Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi

    Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
    • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
    • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
    • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
    • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
    • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
    • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
    • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
    • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
    • Kendalikan diabetes Anda.
    • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

    HIPERTENSI

    Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur.

    Diketahui 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki pembunuh diam-diam atau silent killer. Seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi. Jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung, koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif atau stroke .Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya.
    Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak pula bagi penurunan kualitas hidup.
    Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orang tua terkena Hipertensi, maka kecenderungan anak untuk menderita Hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita Hipertensi.
    Diagnosis
    Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong).

    Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas, sehingga klasifikasi Hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun).

    Gejala
    Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.
    Penyebab
    Berdasarkan penyebabnya
    , Hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :

    1. Hipertensi esensial atau primer
    2. Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.
    3. Hipertensi sekunder/li>
    4. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.
    Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

    - Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
    - Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
    - Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
    Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.
    Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada 70-80% kasus Hipertensi primer, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita Hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi.
    Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas, stress, kurang olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol dan garam. Faktor lingkungan ini juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan Hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas.
    Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.
    Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan terjadinya Hipertensi dikemudian hari. Walaupun belum dapat dijelaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial, tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.

    Pencegahan
    Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti.

    Pengobatan
    Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).
    Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
    1. Pengobatan non obat (non farmakologis)
    2. Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)


    Pengobatan non obat (non farmakologis)
    Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik.

    Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah :
    1. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh
    2. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh.
    3. Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan farmakologis.
    4. Ciptakan keadaan rileks
    5. Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.
    6. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.
    7. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol

    Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)
    Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.
    • Diuretik
    Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan.
    Contoh obatannya adalah Hidroklorotiazid.
    • Penghambat Simpatetik
    Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas ).
    Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin dan Reserpin.

    • Betabloker
    Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tidak dianjurkan pada penderita yang telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial.
    Contoh obatnya adalah : Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. Pada penderita diabetes melitus harus hati-hati, karena dapat menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula dalam darah turun menjadi sangat rendah yang bisa berakibat bahaya bagi penderitanya). Pada orang tua terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) sehingga pemberian obat harus hati-hati.

    • Vasodilator
    Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yang kemungkinan akan terjadi dari pemberian obat ini adalah : sakit kepala dan pusing.

    • Penghambat ensim konversi Angiotensin
    Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah).
    Contoh obat yang termasuk golongan ini adalah Kaptopril. Efek samping yang mungkin timbul adalah : batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas.

    • Antagonis kalsium
    Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang termasuk golongan obat ini adalah : Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. Efek samping yang mungkin timbul adalah : sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.

    • Penghambat Reseptor Angiotensin II
    Cara kerja obat ini adalah dengan menghalangi penempelan zat Angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah Valsartan (Diovan). Efek samping yang mungkin timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas dan mual.
    Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.


    source: http://infohidupsehat.com/?p=91

    pengeringan simplisia

    A. PENDAHULUAN
    Pengobatan tradisional, termasuk pengobatan herbal telah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat selama hampir dua dekade terakhir. Sayangnya, kemajuan ini juga disertai dengan banyaknya laporan mengenai efek negatif yang diperoleh dari pengobatan herbal tersebut. Dari hasil analisis dan penelitian yang telah dilakukan, salah satu faktor penyebabnya adalah karena rendahnya kualitas dari obat – obatan herbal yang mencakup bahan dasar tanaman obat dan penanganan pasca panen yang tidak sesuai. Sehingga diperlukan adanya suatu quality control terhadap penangan pasca panen, agar diperoleh simplisia yang berkhasiat dan terjamin kualitasnya.
    Penanganan atau pengelolaan lepas panen perlu diperhatikan karena dapat terjadi perkembangan penyakit yang bisa menimbulkan kerusakan atau perubahan sifat hasil tanaman. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pertumbuhan tanaman sampai menghasilkan ada beberapa jenis jamur tertentu, antara lain Aspergillus sp dan Fusarium sp, serta beberapa mikrobia golongan khamir yang selalu mempengaruhi kemulusan pertumbuhan dan produksinya. Kenyataannya jamur-jamur dan mikrobia tersebut dapat terus berkembang dengan baik pada hasil tanaman lepas panen, sehingga penyakit yang ditimbulkannya dapat menimbulkan kerusakan atau perubahan sifat hasil tanaman lepas panen (terutama dalam penyimpanan). Penanganan atau pengolahan di sini terutama dalam pengeringan dan penyimpanannya, yang dalam hal ini pengeringan harus benar- benar kering dan penyimpanan harus pada wadah yang kering dan ditempatkan pada ruangan yang tidak lembab, sedikit jauh dari kontak dengan lantai dan dinding ruangannya.

    B. RUMUSAN MASALAH
    Apa sajakah parameter – parameter yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan agar diperoleh suatu simplisia yang terjaga kualitas dan kuantitasnya?

    C. TUJUAN
    1. Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tujuan dari dilakukannya tahap pengeringan pada penanganan pasca panen.
    2. Dapat mengetahui dan memahami parameter - parameter apa saja yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan pada penanganan Pasca Panen.





    D. PEMBAHASAN
    1. Tujuan dan Alasan Pengeringan
    Pengeringan bertujuan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Selain itu pengeringan akan mencegah agar simplisia tidak berjamur dan kandungan kimia yang berkhasiat tidak berubah karena proses fermentasi.
    Adanya air yang masih tersisa dalam simplisia pada kadar tertentu dapat merupakan media pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya. Enzim tertentu dalam sel, masih dapat bekerja menguraikan senyawa aktif sesaat setelah sel mati dan selama bahan simplisia tersebut masih mengandung kadar air tertentu. Berbeda pada tumbuhan yang masih hidup, pertumbuhan kapang dan reaksi enzimatik yang merusak tersebut tidak terjadi karena adanya proses – proses metabolisme, yakni proses sintesis, transformasi dan pengunaan isi sel. Keseimbangan ini akan hilang dengan segera setelah sel tumbuhan mati. Sehingga, dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik melalui pengeringan simplisia dapat mencegah penurunan mutu atau perusakan simplisia.

    2. Cara Pengeringan
    Pengeringan simplisia dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau menggunakan suatu alat pengering. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pengeringan adalah suhu pengeringan, kelembaban udara aliran udara, waktu pengeringan, dan luas permukaan bahan.
    Selama proses pengeringan bahan simplisia, faktor – faktor tersebut harus diperhatikan sehingga diperoleh simplisia kering yang tidak mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan.
    Cara pengeringan yang salah dapat mengakibatkan terjadinya “Face hardening”, yakni bagian luar bahan sudah kering, sedangkan bagian dalamnya masih basah. Hal ini dapat disebabkan oleh irisan bahan simplisia yan terlalu tebal, suhu pengeringan yang terlalu tinggi atau oleh suatu keadaan lain yang menyebabkan penguapan air permukaan bahan jauh lebih cepat daripada difusi air dari dalam ke permukaan air tersebut, sehingga permukaan bahan menjadi keras dan menghambat pengeringan selanjutnya. “Face Hadening” dapat mengakibatkan kerusakan atau kebusukan di bagian dalam bahan yang dikeringkan.
    Suhu pengeringan tergantung kepada bahan simplisia dan cara pengeringannya. Bahan simplisia dapat dikeringkan pada suhu 300 sampai 900 C, tetapi suhu yang terbaik adalah tidak melebihi 600 C. Bahan simplisia yang mengandung senyawa aktif dan tidak panas atau mudah menguap harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin, misalnya 300 sampai 450 C, atau dengan cara pengeringan vakum yaitu dengan cara mengurangi tekanan udara di dalam ruang atau lemari pengeringan, sehingga tekanan kira-kira 5 mm Hg.
    Berbagai cara pengeringan telah dikenal dan digunakan orang. Pada dasarnya dikenal dua cara pengeringan, yaitu pengeringan secara alamiah dan buatan.
    1. Pengeringan alamiah
    Tergantung dari senyawa aktif yang dikandung dalam bagian tanaman yang dikeringkan, dapat dilakukan dua cara pengeringan:
    a. Dengan panas sinar matahari langsung.
    Pengeringan dengan sinar matahari merupakan cara tradisional. Namun, pada umumnya hasil yang diperoleh bermutu baik. Cara ini dilakukan untuk mengeringkan bagian tanaman yang relatif keras, seperti kayu, kulit kayu, biji, dan sebagainya, dan mengandung senyawa aktif yang relatif stabil. Merupakan cara yang paling mudah dan biayanya relatif murah. Simplisia cukup dihamparkan merata setipis mungkin di atas alas plastik atau tikar dan dijemur di bawah sinar matahari langsung, sambil sering dibalik agar keringnya merata. Aktivitas pembalikan harus dilakukan secara teratur sehingga hasil tanaman benar-benar kering. Setelah batas kering yang dipersyaratkan tercapai, penyimpanannya harus pada wadah yang kering dan steril (bersih). Pengontrolan kualitas kering dapat dilakukan sebulan, sekuartal, sesuai dengan keperluan dengan cara melakukan pengeringan kembali apabila diperlukan.
    Kerugian pengeringan dengan sinar matahari antara lain :
    1) Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar kering memerlukan waktu yang lama terlebih kalau cuaca kurang menguntungkan.
    2) Pengeringan akan sangat tergantung pada cuaca (sinar matahari), apabila cuaca buruk untuk beberapa hari, kemungkinan besar kerusakan endogen pada hasil tanaman telah mulai berlangsung.
    3) Pengeringannya memerlukan tempat yang luas dan beberapa orang tenaga pengering.
    4) Karena suhu dan waktu sukar diawasi atau diatur fluktuasinya, maka kadang-kadang selama pengeringan dapat terjadi kerusakan akibat aktivitas mikroba.
    5) kecepatan pengeringan akan sangat tergantung kepada iklim. Oleh karena itu cara ini lebih banyak digunakan di daerah dengan udara panas atau kelembaban rendah, serta tidak turun hujan.

    b. Dengan diangin - anginkan dan tidak dipanaskan dengan sinar matahari langsung.
    Cara ini terutama digunakan untuk mengeringkan bagian tanaman yang lunak seperti bunga, daun, dan sebagainya dan mengandung senyawa aktif mudah menguap.


    2. Pengeringan buatan
    Kerugian yang mungkin terjadi jika melakukan pengeringan dengan sinar matahari dapat diatasi jika melakukan pengeringan buatan, yaitu dengan menggunakan suatu alat atau mesin pengering yang suhu kelembaban, tekanan dan aliran udaranya dapat diatur.
    Prinsip pengeringan buatan adalah sebagai berikut:
    Udara dipanaskan oleh suatu sumber panas seperti lampu, kompor, mesin diesel atau listrik, udara panas dialirkan dengan kipas ke dalam ruangan atau lemari yang berisi bahan yang akan dikeringkan yang telah disebarkan di atas rak-rak pengering. Dengan prinsip ini dapat diciptakan suatu alat pengering,yang sederhana, praktis dan murah, dengan hasil yang cukup baik.
    Dengan menggunakan pengeringan buatan dapat diperoleh simplisia dengan mutu yang lebih baik karena pengeringan akan lebih merata dan waktu pengeringan akan lebih cepat, tanpa dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Meskipun demikian, pengadaan alat / mesin pengering membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga biasanya hanya dipakai oleh perusahaan jamu yang sudah cukup besar.

    3. Alat yang Digunakan dalam Pengeringan
    Untuk mengurangi kerugian – kerugian yang ditimbulkan saat pengeringan , sekarang telah banyak digunakan alat-alat pengering mekanis (buatan). Cara pengeringan dengan alat pengering ini disebut pengeringan buatan atau pengeringan mekanis, sebagai bahan pemanas yang lazim digunakan adalah udara panas yang kering (tidak mengandung uap air), tetapi dapat pula digunakan uap panas yang dialirkan melalui pipa-pipa, dan sebagainya. Bentuk alat pengering beraneka ragam disesuaikan dengan bahan hasil pertanian yang akan dikeringkan. Berikut ini adalah macam-macam alat pengering, yaitu:
    1. Pengering berbentuk kabinet.
    Alat pengering ini memiliki rak-rak untuk menempatkan bahan yang akan dikeringkan. Satu alat pengering kabinet rata-rata memiliki 3 atau 4 rak sebagai wadah atau tempat hasil tanaman yang akan dikeringkan, rak-rak ditempatkan secara tersusun dalam alat dan dengan penyebaran udara panas kedalamnya selama waktu yang telah ditentukan, pengeringan akan berlangsung dengan baik mendekati pengeringan sempurna dengan sinar matahari.
    2. Pengering berbentuk “kiln”
    Alat pengering ini hampir sama dengan alat pengering kabinet, tetapi lebih luas dan besar. Alat ini mempunyai pipa-pipa pemanas yang ditempatkan pada bagian bawah (lantai) dan pada bagian atas (atap) ruangan.
    3. Pengering berbentuk terowongan (tunnel dryer)
    Prinsipnya tidak berbeda dengan kedua pengering di atas. Ruang pengeringan lebih luas lagi sehingga dapat digunakan untuk mengeringkan lebih banyak bahan.
    4. Pengering yang dapat berputar (rotary dryer)
    Alat ini kebanyakan untuk mengeringkan bahan berbentuk biji-bijian, misalnya kedelai, jagung, padi dan lain-lain. Bagian dalam alat yang berbentuk silindris ini, semacam sayap yang banyak. Melalui antara sayap-sayap tersebut dialirkan udara panas yang kering sementara silinder pengering berputar. Dengan adanya sayap-sayap tersebut bahan seolah-olah diaduk sehingga pemanasan merata dan akhirnya diperoleh hasil yang lebih baik. Alat ini dilengkapi 2 silinder, yang satu ditempatkan di bagian dekat pemasukan bahan yang akan dikeringkan dan yang satu lagi di bagian dekat tempat pengeluaran bahan hasil pengeringan. Masing- masing silinder tersebut berhubungan dengan sayap- sayap (kipas) yang mengalirkan secara teratur udara panas disamping berfungsi pula sebagai pengaduk biji- bijian yang dalam proses pengeringan, sehingga dengan cara demikian pengeringan berlangsung merata dengan memuaskan.
    5. Pengering berbentuk silindris ( drum dryer)
    Pengering ini digunakan untuk mengeringkan zat-zat berbentuk cairan, misalnya susu atau air buah. Alatnya terdiri dari pipa silinder yang besar, ada yang hanya satu ada yang dua, bagian dalamnya berfungsi menampung dan mengalirkan uap panas. Cairan yang akan dikeringkan disiramkan pada silinder pengering tersebut dan akan keluar secara teratur dan selanjutnya menempel pada permukaan luar silinder yang panas sehingga mengering, dan karena silinder tersebut berputar dan di bagian atas terdapat pisau pengerik (skraper) maka tepung- tepung yang menempel akan terkerik dan berjatuhan masuk ke dalam penampung, sehingga didapat tepung sari hasil tanaman yang kering dan memuaskan.
    6. Pengering dengan sistem penyemprotan (spray dryer)
    Jenis pengering ini juga digunakan untuk mengeringkan bahan berbentuk cairan. Pada prinsipnya cairan disemprotkan melelui sebuah alat penyemprot (sprayer) ke dalam ruangan yang panas. Dengan demikian air akan dapat menguap sehingga bahan dapat kering menjadi bubuk atau powder.

    Dengan alat pengering mekanis di atas hasil pengeringan berkualitas baik meskipun kalau dibandingkan dengan hasil pengeringan sinar matahari kualitas kering tersebut belum sebanding baiknya. Kelebihan pengeringan dengan alat pengering mekanis antara lain:
    a. Waktu yang diperlukan untuk mengeringkan relatif lebih singkat.
    b. Suhu dapat diatur, disesuaikan dengan bahan yang dikeringkan dan hasil yang dikehendaki.
    c. Tidak memerlukan tempat yang luas
    d. Hasil yang diperoleh mempunyai mutu yang baik meskipun kadang-kadang mutunya lebih rendah daripada pengeringan sinar matahari.
    e. Tidak memerlukan banyak tenaga.

    4. Perlakuan Terhadap Pengeringan Hasil Tanaman
    Perlakuan pengeringan untuk menghindari atau mengurangi hasil tanaman dari kerusakan, yang umum dilakukan ada dua macam cara, yaitu pengeringan dengan sinar matahari dan pengeringan dengan udara panas, uap panas, dan sebagainya yang lebih sering dinamakan pengeringan mekanis.
    Pengeringan dapat juga dilakukan dengan cara bahan ditempatkan pada rak-rak yang dibuat khusus untuk pengeringan. Ada pula yang pengeringannya dengan cara digantungkan, misalnya tembakau dan jagung. Tetap harus dilakukan pengontrolan yang teratur agar batas kering yang dipersyaratkan tidak terlampaui, sebab bila terlampau kering dapat menimbulkan kerusakan.
    Dengan adanya keragaman dalam bentuk bahan baku simplisia maka ada perbedaan cara mengeringkan pada masing-masing bahan tersebut. Ada bahan yang langsung dikeringkan di bawah sinar matahari, dikeringkan dibawah naungan, dan ada pula pengeringan lambat atau pemeraman terlebih dahulu setelah panen. Penggunaan alat pengering buatan merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan bahan olahan yang lebih baik karena terhindar dari kontaminasi debu, serangga, burung, atau rodensia. Dari segi biaya, pengeringan matahari lebih menguntungkan, tetapi dari segi kualitas penggunaan alat pengering buatan akan menghasilkan simplisia yang lebih baik.
    Berikut ini cara pengeringan beberapa bahan tanaman obat.
    (a) Bahan yang berasal dari daun (folium)
    Pengolahan bahan tanaman yang berupa daun, seperti daun tempuyung, kumis kucing, dan sambiloto, harus diperlakukan secara hati-hati untuk melindungi warna, aroma, serta kandungan zat berkhasiat dan senyawa kimianya. Daun-daun segar mudah mengalami kerusakan selama pengolahan. Bila penanganannya salah akan mengakibatkan perubahan warna atau bahkan tercemar mikroba. Penanganan yang benar tersebut harus sudah dimulai sejak masa pemanenan.
    Untuk memperkecil kehilangan senyawa-senyawa yang mudah menguap sebaiknya pemanenan daun dilakukan pada pagi atau sore hari. Selanjutnya daun dilayukan dibawah naungan dan tidak dijemur langsung dibawah sinar matahari. Untuk mencegah terjadinya fermentasi atau berjamur maka sebaiknya daun disimpan dalam keadaan kering pada kondisi dingin. Untuk mempertahankan supaya daun tetap segar sebelu dikeringkan maka penyimpanan harus dilakukan pada suhu rendah atau dibawah 100 Celcius.
    (b) Bahan yang berasal dari kulit (cortex) dan akar (radix)
    Kulit kayu dan akar dapat langsung di jemur dibawah sinar matahari setelah dibersihkan dari kotoran yang melekat. Bila menggunakan alat pengering buatan maka suhu perlu dijaga anatara 50 - 600 Celcius.
    (c) Bahan yang berasal dari buah (fructus) atau biji (semen)
    Bahan yang berupa biji-bijian biasanya setelah panen dapat langsung dijemur tanpa dikupas terlebih dahulu, seperti adas, ketumbar dan kapulaga.
    (d) Bahan yang berasal dari rimpang (rhizoma)
    Bahan yang berasal dari rimpang seperti jahe, kencur, bengle, temulawak dan kunyit harus diiris. Pengirisan rimpang dilakukan tanpa dikuliti terlebih dahulu untuk memperkecil penguapan minyak atsiri yang terkandung di dalamnya. Arah irisan dapat melintang atau membujur setelah dicuci bersih. Ketebalan yang dianjurkan adalah 7 - 8 mm dan setelah dijemur atau kering ketebalannya menjadi 5 - 6 mm. Pengirisan sebaiknya menggunakan pisau tahan karat. Pada waktu penjemuran bahan jangan ditumpuk terlalu tinggi. Ketebalan penumpukkan bahan waktu penjemuran maksimum antara 3 - 4 cm. Lantai tempat penjemuran sebaiknya dialasi dengantikar atau anyaman dari bambu.
    Pada waktu penjemuran, bahan harus sering dibolak-balik untuk menghindari fermentasi yang menyebabkan bahan menjadi busuk. Bila cuaca tidak menentu sebaiknya digunakan alat pengering buatan yang dirancang dengan bantuan panas matahari atau panas buatan.
    Alat pengering hasil rekayasa Balittro yang menggunakan tenaga surya menghasilkan kisaran suhu antara 36,3-45,60 celcius dan kelembaban nisbi 30-40 %.
    (e) Bahan yang berasal dari bunga (Flos)
    Pemanenan terhadap bunga sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari untuk menghindari kehilangan senyawa-senyawa yang mudah menguap. Setelah dipanen, bunga biasanya mudah menjadi kering. Untuk itu, diusahakan bunga tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari, tetapidilayukan dibawah naunga. Apabila ruangan yang digunakan aerasi udarnya cukup baik maka dalam waktu dua hari bunga sudah cukup kering. Untuk menghindari berubahnya warna bunga menjadi coklat maka selama pelayuan sebaiknya bahan sering dibalik.
    (f) Bahan herba
    Sama dengan pengeringan daun.
    (g) Bahan batang (tuber)
    Batang dibersihkan, dipotong-potong kemudian dijemur
    (h) Bahan umbi (bulbus)
    Sama seperti rimpang atau digunakan dalam bentuk segar (sepert bawang merah dan bawang putih).
    Berikut tabel cara pengeringannya (Sadewo, 2004)
    Jenis Simplisia Cara Pengerjaan
    Daun (folium)
    Daun dengan minyak menguap


    Herba
    Rimpang (rhizome)

    Batang (tuber)
    Akar (radix)
    Buah (fructus)
    Biji (semen)
    Kulit (cortex)
    Kayu (lignum)
    Bunga (flos)

    Umbi (bulbus) Dilayukan dulu baru dijemur
    Dilayukan dulu, dikeringkan tidak dengan sinar matahari langsung (diangin – anginkan atau dijemur dengan tutup berupa kain hitam)
    Sama dengan pengeringan daun
    Rimpang segar dibersihkan dari tanah, dirajang setebal 3 – 5 mm, baru dijemur.
    Batang dibersihkan, dipotong – potong baru dijemur
    Sama dengan batang
    Dimanfaatkan segar atau diperlakukan seperti rimpang
    Bias dijemur di bawah sinar matahari langsung
    Sama dengan batang
    Sama dengan batang
    Sama seperti daun dengan minyak menguap atau digunakan dalam bentuk segar
    Sama seperti rimpang atau digunakan dalam bentuk segar (seperti bawang merah dan bawang putih)

    Contoh pengeringan:
    Pada Bunga Cengkeh
     Cengkeh diperam selama satu malam agar pengeringan lebih cepat selain itu warnanya juga lebih hitam dan mengkilap walaupun waktu pengeringan singkat. Namun kelemahannya rendemen cengkeh kering sedikit berkurang.
     Pengeringan pada tampah atau tikar bambu, dan dijemur dibawah sinar matahari.
     Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering kelemahannya tidak dapat mencapai “kering patah”, keuntungannya dapat disimpan sampai satu bulan tanpa merusak kualitas cengkeh. Kemudian dapat dikeringkan lagi dibawah sinar matahari sampai “kering patah”. Suhu mesin tidak boleh melebihi 520 celcius, karena jika suhu sangat tinggi kemungkinan sel-sel dalam bunga akan pecah/rusak. Dan bila direndam tidak dapat menyerap air, sedangkan bila dirajang cengkeh akan hancur menjadi tepung sehingga minyak atsirisnya akan keluar (kelenjar minyak pada bunga telah rusak).
    5. Peraturan tentang Pengeringan
    Berdasarkan WHO guidelines on good agricultural and collection practices (GACP) for medicinal plants Bab Common technical aspects of good agricultural practices for medicinal plants and good collection practices for medicinal plants tentang pengeringan, menerangkan bahwa saat material tanaman obat disiapkan untuk tahap pengeringan, bahan penganggu harus dihilangkan hingga seminimal mungkin untuk mencegah pertumbuhan kapang atau infeksi dari mikroba lainnya sesuai dengan yang tercantum dalam farmakope atau monografi lainnya. Pada Farmakope Indonesia Edisi IV menerangkan bahwa Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme pathogen dan harus bebas dari cemaran mikroorganisme, serangga, dan binatang lain maupun kotoran hewan. Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna, tidak boleh mengandung lendir atau menunjukkan adanya kerusakan. Jumlah benda anorganik asing dalam simplisia nabati dan simplisia hewani yang dinyatakan sebagai kadar abu yang tidak larut dalam asam, tidak boleh lebih dari 2%, kecuali dinyatakan lain.
    Dalam Farmakope Indonesia Edisi IV, Pengawetan simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau, cemaran atau mikroba dengan pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai, sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan.(Anonim, 1995).
    Cara yang sesuai di atas tersebut, salah satunya melalui pengeringan. WHO menerangkan dalam GACP, bahwa Tanaman obat dapat dikeringkan dengan beberapa cara yakni di udara terbuka (di bawah sinar matahari langsung); ditempatkan pada lapisan tipis pada tempat pengeringan; dengan peng-oven-an; dibakar; microwave; dsb. Selain itu, WHO juga menetapkan bahwa tempetur dan kelembaban harus dikontrol untuk mencegah bahaya yang dapat ditimbulkan dari adanya konstituen kimiawi yang aktif. Sedangkan metode dan temperatur yang digunakan untuk pengeringan dapat mempengaruhi kualitas dari hasil simplisia. Jika memungkinkan, sumber panas untuk pengeringan harus diminimalisir dari adanya campuran gas butane, propane, atau gas berbahaya lainnya, dan temperatur sebaiknya dijaga di bawah 600C. Jika digunakan sumber panas lain selain api, kontak antara material, asap, dan tanaman obat harus dihindari.








    E. KESIMPULAN
    1. Pengeringan bertujuan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama, dan terhindar dari pertumbuhan kapang dan mikroba lainnya.
    2. Parameter yang perlu diperhatikan dalam tahap pengeringan agar diperoleh simplisia yang baik dan berkualitas di antaranya :
    a. Cara pengeringan, melalui 2 cara yakni pengeringan alamiah dan pengeringan bauatan
    b. Alat pengeringan, disesuaikan dengan bahan hasil pertanian yang akan dikeringkan.
    c. Perlakuan pengeringan yang tepat dan sesuai untuk tiap - tiap hasil tanaman


    F. DAFTAR PUSTAKA
    Anonim. 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Depkes RI. Jakarta.
    Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI. Jakarta.
    Desrosier, Norman W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. UI Press. Jakarta.
    Hadiwiyoto, Soewedo dan Soehardi. 1980. Penanganan Lepas Panen, edisi 1. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
    Sadewo, Bambang. 2004. Tanaman Obat Populer Penggempur Aneka Penyakit. Argomedia Pustaka. Yogyakarta.
    Syamsulbahri. 1996. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Gadjah mada University Press. Yogyakarta.
    Syukur, Cheppy. 2001. Budidaya Tanaman Obat Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.

    asam urat

    Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.
    Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
    Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
    Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

    Kesimpulan singkat tentang asam urat

    Gejala Asam Urat

    • Kesemutan dan linu
    • Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
    • Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

    Solusi Mengatasi Asam Urat

    • Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
    • Kontrol makanan yang dikonsumsi.
    • Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

    Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

    • Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
    • Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
    • Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
    • Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
    • Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
    • Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
    • Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
    • Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

    ponggolongan obat tradisional

    Penggolongan Obat Tradisional
    Penggolongan obat di atas adalah obat yang berbasis kimia modern, padahal juga dikenal obat yang berasal dari alam, yang biasa dikenal sebagai obat tradisional.Obat tradisional Indonesia semula hanya dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu obat tradisional atau jamu dan fitofarmaka. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, telah diciptakan peralatan berteknologi tinggi yang membantu proses produksi sehingga industri jamu maupun industri farmasi mampu membuat jamu dalam bentuk ekstrak. Namun, sayang pembuatan sediaan yang lebih praktis ini belum diiringi dengan perkembangan penelitian sampai dengan uji klinik.
    Saat ini obat tradisional dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu jamu, obat ekstrak alam, dan fitofarmaka.
    1.Jamu (Empirical based herbal medicine)
    Logo Jamu :

    Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional. Pada umumnya, jenis ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur yang disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya cukup banyak, berkisar antara 5 – 10 macam bahkan lebih. Bentuk jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai dengan klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun, telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan kesehatan tertentu.
    2. Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine)
    Logo Obat Herbal terstandar :

    Adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal, ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. Selain proses produksi dengan tehnologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.
    3.Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine) Logo Fitofarmaka :

    Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.. Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan. Masyarakat juga bisa didorong untuk menggunakan obat herbal karena manfaatnya jelas dengan pembuktian secara ilimiah

    herbal

    Pengertian Herbal
    Istilah Herbal biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Dalam dunia pengobatan, istilah herbal memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic). Misalnya mengkudu hutan (Morinda citrifolia) yang mengandung Morindin, bahan aktif anti kanker; Pegagan (Centela Asiatica) yang mengandung Asiaticoside yang berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan IQ.

    Herbalogi
    Herbalogi berasal dari kata ‘Herba’ yang berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan demikian Herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkait dengan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari herba (tanaman obat).

    Konsep Pengobatan Herbal
    1.Pendekatan yang dipakai bersifat holistic. Tubuh manusia dipandang memiliki suatu system harmoni yang selalu seimbang; tidak berfungsinya satu bagian tubuh menyebabkan ketidakseimbangan dibagian tubuh yang lain. Jika tubuh tidak mampu melakukan penyeimbangan kembali seperti keadaan semula, maka akan tibul suatu penyakit. Salah satu tujuan dari pengobatan herbal adalah membantu tubuh mengembalikan keharmonisan atau keseimbangan tubuh.
    2.Selain dari faktor eksternal, pengobatan herba memahami bahwa dari dalam diri manusia terdapat kekuatan penyembuh yang datang dari faktor Spiritual, emosional, mental, dan fisikal. Kekuatan penyembuh tersebut dalam dunia medis modern dikenal dengan Sistem Imun.
    3.Sistem Imun menjadi penentu utama sehat atau sakitnya seseorang. Herbalogi menaruh perhatian besar terhadap masalah imunity tersebut. Sehingga tujuan pengobatan adalah diarahkan untuk “Improve and maintain body immune system against external pathogen and pressure”.
    4.Menggunakan semurni-murninya bahan dari herba sebagai obat, tanpa tambahan zat kimia sintetis.

    Perbedaan Pengobatan Herbal dengan Pengobatan Kimia Sintetis
    Konsep Pengobatan Herbal sangat berbeda dengan konsep pengobatan Modern (yang biasanya menggunakan Kimia Sintetis sebagai obat). Misalnya dalam pengobatan kimia sintetis penyebab penyakit adalah virus, bakteri, dan pathogen (mikro organisme pembawa penyakit); sedangkan dalam pengobatan herbal, penyebab penyakit adalah lemahnya system imun.

    Berikut adalah table perbedaan antara kedua konsep pengobatan tersebut:
    Pengobatan Kimia Sintetis Pengobatan Herbal
    * Berasal dari Barat * Berasal dari Timur
    * Menggunakan bahan kimia sintetis * Menggunakan bahan alamiah/organik
    * Daya keterserapan 50% - 70% * Daya keterserapan 90%
    * Bersifat antibiotic (racun bakteri) * Bersifat probiotik
    * Menurunkan system imun * Meningkatkan system imun
    * Mengobatai gejala / Symptomatic * Holistic / mengobati sumber penyakit
    * Menimbulkan efek samping * Tidak ada efek samping
    * Khasiat lebih cepat tetapi destruktif * Khasiat lambat tetapi konstruktif
    * Kebanyakan mengandung zat haram * Halal karena murni dari tumbuhan


    Disarikan dari kursus NATURAL HEALING COURSE Skill I
    oleh: Abu Ameera
    "Dipersilahkan untuk mengambil seluruhnya atau sebagian isi tulisan ini dengan menyebutkan sumber www.back2herbal.multiply.com"